Fungsi Usus Dalam Sistem Pencernaan

Sudahkah Anda mengetahui fungsi usus dalam sistem pencernaan kita? Bagi Anda yang penasaran dengan fungsi dari usus, di sini kami sudah merangkumnya.

Ikuti terus, ya!

Fungsi Usus Dalam Sistem Pencernaan

Usus sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu usus besar, usus halus, sampai dengan usus buntu dan 12 jari.

Nah, masing-masing bagian usus tersebut memiliki peran atau fungsinya sendiri-sendiri, Anda pasti belum tahu, kan?

Fungsi Usus Dalam Sistem Pencernaan

Antara usus besar dengan usus halus memiliki fungsi yang agak berbeda. Nah, berikut ini merupakan beberapa informasi ang telah kami kumpulkan terkait fungsi usus besar dalam sistem pencernaan manusia berdasarkan jenisnya.

  1. Fungsi Usus Besar

Kita mulai dari fungsi usus besar, ya.

Usus besar kita setidaknya memiliki panjang 1,5 sampai dengan 2 meter jika direntangkan. Dan, usus besar ini terdiri dari:

  • Sekum
  • Kolon
  • Rektum, dan
  • Anus

Fungsi dari usus besar ini selain untuk menyerap nutrisi dari makanan dan minuman yang kita konsumsi, juga untuk:

  • Menyerap zat empedu atau sisa-sisa empedu yang masih terdapat pada makanan yang telah dicerna
  • Membantu pembentukan dan tektur tinja (menjadi cair atau padat)
  • Mengolah sisa makanan menjadi limbah dan menyimpannya sebagai tinja untuk dibuang
  • Membuang tinja atau feses dari tubuh melalui anus

Ternyata, fungsi dari usus besar dalam sistem pencernaan manusia ini cukup penting, ya.

  1. Fungsi Usus Halus

Berikutnya, kita beralih pada usus halus yang memiliki ukuran lebih panjang dari usus besar, yakni sekitar 6-8 meter dengan diameter 2,5 centimeter.

Usus halus ini juga terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yakni:

  • Duodenum (usus dua belas jari)
  • Jejunum (usus kosong)
  • Ileum (usus penyerapan)

Secara keseluruhan, usus halus ini berfungsi untuk mencerna makanan yang telah melalui proses di lambung.

Makanan yang telah mencapai usus halus akan dipertemukan dengan cairan empedu yang berasal dari sel-sel usus dan juga empedu, hati, serta pankreas untuk memecah karbohidrat, lemak, dan protein dalam makanan menjadi senyawa yang lebih sederhana.

Nutrisi yang telah dipecah tersebut akan lebih mudah untuk diserap oleh tubuh dan dimanfaatkan dengan optimal, misalnya karbohidrat yang telah dipecah menjadi glukosa akan lebih mudah masuk ke dalam aliran darah.

  1. Fungsi Usus Dua Belas jari (Duodenum)

Usus dua belas jari atau duodenum ini merupakan bagian terpendek dari usus halus dengan ukuran 25-38cm.

Selain menghasilkan lendir, duodenum atau usus dua belas jari ini juga berfungsi untuk menyalurkan makanan ke usus halus untuk diproses di sana.

  1. Fungsi Usus Kosong (Jejunum)

Bagian kedua dari usus halus ini memiliki panjang sekitar 1-2 meter dan berfungsi sebagai tempat utama penyerapan nutrisi. Hampir 90 persen penyerapan nutrisi terjadi di bagian jejunum.

Hal lainnya yang harus Anda tahu dari jejunum atau usus kosong ini adalah warnanya yang lebih merah karena lapisan dalam jejenum lebih tebal dibanding ileum dan mendapat suplai darah lebih banyak.

  1. Fungsi Usus Penyerapan (Ileum)

Sementara itu, pada bagian ileum atau usus penyerapan, berfungsi untuk menyerap sekitar 95% garam empedu terkonjugasi dari usus dan menyerap sisa nutrisi dari makanan yang dicerna.

Ileum juga memiliki reseptor untuk menyerap vitamin B12 dan garam empedu yang lebih baik.

  1. Fungsi Usus Buntu

Banyak sekali pertanyaan mengenai apa sebenarnya fungsi dari usus buntu ini.

Usus buntu yang dikenal juga dengan nama sekum ataupun apendik ini merupakan kantung yang terhubung dengan usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar.

Belakangan ini baru diketahui jika usus buntu memiliki fungsi yang cukup mengejutkan, yakni berperan dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Bahkan, usus buntu ini juga dipercaya memiliki keterkaitan dalam proses penurunan Limfosit-T dan limfosit-B dalam sistem imun.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Duke University Medical Center, mempublikasikan jika usus buntu juga memiliki fungsi untuk memproduksi dan menyimpan mikroba yang baik bagi usus manusia.

Mengingat betapa pentingnya fungsi usus dalam sistem pencernaan kita, sudah seharusnya kita lebih memperhatikan kesehatan usus dengan lebih bijak dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Hal ini karena, sama edngan organ lainnya, usus juga bisa terserang penyakit, mulai dari radang dan infeksi usus, tumor, ulkus, sampai dengan kanker usus yang bisa menyebabkan kematian.

Nah, itu tadi informasi yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber terkait fungsi usus berdasarkan jenisnya. Semoga bisa bermanfaat, ya 🙂

Salam Sehat!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*