Benarkah Terlalu Banyak Makanan Sosis Bisa Memicu Kanker Usus?

Sosis memicu kanker usus? Banyak yang mempertanyakan kebenaran atau fakta dari isu yang menyebutkan jika sosis bisa menyebabkan kanker usus.

Nah, untuk menjawab kebingungan Anda, di sini kami telah merangkum informasi terkait fakta yang bisa menyebabkan kanker usus. Ikuti terus, ya!

Sosis memicu kanker usus

Sosis

Sosis sendiri merupakan salah satu makanan yang dibuat dari daging olahan, baik dari sapi, ayam, atau babi.

Dalam proses pembuatannya, sosis ini menggunakan bahan-bahan tertentu (pengawet) sebelum diasapkan. Umumnya, pembungkus sosis ini dibuat dari usus hewan, meskipun sekarang dibuat dari bahan sintetis.

Benarkah Terlalu Banyak Makanan Sosis Bisa Memicu Kanker Usus?

Sebenarnya tidak hanya sosis, makanan dari daging olahan lainnya seperti ham sampai dengan bakon bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker usus.

Kenapa bisa begitu?

Ada banyak alasan yang membuat sosis dapat memicu penyakit kanker, utamanya kanker usus besar. Dan, salah satu alasannya adalah karena sosis mengandung nitrat.

Nitrit maupun nitrat yang merupakan bentuk dari garam ini banyak digunakan sebagai bahan pengawet. Nah, dalam pengolahannya, sosis menggunakan sodium nitrat sebagai salah satu bahan pengawetnya.

Dari sebuah penelitian, ketika senyawa nitrat atau nitrit dari makanan masuk ke dalam tubuh, senyawa tersebut bisa berubah menjadi nitrosamines (komponen karsinogenik) yang dapat merusak DNA dan memicu kanker.

Penelitian Untuk Mengetahui Fakta Sosis Memicu Kanker Usus

IARC, sebuah lembaga riset kanker di bawah WHO mengungkapkan fakta jika terlalu banyak konsumsi sosis maupun dagingolahan lainnya bisa meningkatkan risiko kanker usus.

Sementara dari hasil penelitian yang dipublikasikan American Cancer Society, mengatakan jika seseorang yang mengonsumsi 1 buah sosis setiap harinya bisa meningkatkan risiko kanker usus hingga 18 persen. Angka yang cukup besar, kan?

Martin Wiseman dari World Cancer Research Fund (WCRF), mengatakan “Kami sekarang lebih yakin dari sebelumnya bahwa memakan daging olahahan dapat meningkatkan risiko mengidap kanker usus”, mengingat penelitian yang dilakukannya bersma tim selama lebih dari setahun menunjukan:

“Mengonsumsi 50 gram makanan daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko mengidap kanker hingga 20 persen.”

Yakin masih mau makan sosis banyak-banyak setelah tahu fakta di atas? Kalau saya, sih, enggak. Pasalnya, mencegah lebih baik dari mengobati.

Apalagi proses memasak sosis dengan cara dibakar, menggunakan microwave, maupun digoreng dalam suhu yang tinggi dapat membuat sosis lebih berisiko.

Karena, makanan yang dibakar, dipanggang, atau dimasak dalam microwave bersifat karsinogenik (memicu perkembangan sel kanker).

Jika dengan membatasi atau bahkan tidak konsumsi sosis sama sekali bisa menurunkan risiko terkena kanker usus besar, kenapa tidak?

Nah, itu tadi sedikit ulasan mengenai fakta sosis memicu kanker usus besar. Semoga, apa yang telah saya sampaikan di atas bisa bermanfaat untuk Anda semuanya.

Solusi Untuk Mencegah Sekaligus Mengobati Kanker Usus

Cara Mengatasi Pemicu Kanker Usus

Selain membatasi atau bahkan menghentikan kebiasaan konsumsi sosis dan daging olahan lainnya, Anda bisa membantu mengoptimalkan upaya pencegahan maupun pengobatan kanker usus secara alami dengan walatra zedoril 7.

Produk herbal satu-satunya yang dibuat dari perpaduan daun sirsak, kulit manggis, dan daun sirih merah dengan NANOTECHNOLOGY.

Teknologi modern masa kini yang penting dimiliki bidang kesehatan. Teknologi ini membantu mengubah ukuran partikel menjadi lebih kecil, yakni menjadi seukuran nano meter.

Hal ini akan membuat penyerapan setiap kandungan dalam Zedoril 7 menjadi lebih optimal dan memberikan hasil yang efektif lebih cepat.

Bagi Anda yang beminat, khasiat lengkap dan juga cara pemesanan Zedoril 7 untuk mencegah sekaligus mengobati kanker usus, silakan BACA DISINI!!


Semoga, produk yang kami rekomendasikan bisa membantu dan menjadi perantara bagi kesembuhan Anda yang terlanjur menderita kanker usus.

Selamat mencoba dan lekas sembuh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*